Header Ads

  • Breaking News

  • Selasa, 17 Februari 2026

    Reza Shahab Pastikan Libur Imlek 2577 di Sumbar Aman, Nyaman, dan Berkesan

    PADANG, SUMATERA BARAT | Suasana berbeda terasa di Stasiun Padang dan sejumlah perjalanan kereta api di wilayah Divisi Regional II Sumatera Barat pada momentum Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Nuansa merah dan emas menghiasi sudut-sudut stasiun, menciptakan atmosfer hangat yang langsung menyambut para pelanggan sejak pertama kali melangkah masuk ke area keberangkatan.

    Momentum Imlek yang bertepatan dengan periode libur panjang 14 hingga 17 Februari 2026 dimanfaatkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre II Sumbar untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih dari sekadar perpindahan dari satu kota ke kota lain. Perjalanan kereta disulap menjadi ruang kebersamaan yang sarat makna dan apresiasi.

    Sebagai bentuk penghargaan kepada pelanggan setia, KAI Divre II Sumbar membagikan souvenir menarik di Stasiun Padang maupun di atas kereta api. Senyum para penumpang terlihat saat menerima bingkisan tersebut, menambah kesan bahwa perjalanan kali ini bukan hanya tentang tujuan, tetapi juga tentang rasa dihargai.

    Ornamen khas Imlek bernuansa merah dan emas dipasang di berbagai titik strategis. Warna merah melambangkan keberuntungan dan semangat, sementara emas menggambarkan harapan akan kemakmuran. Sentuhan dekoratif itu memperkuat identitas perayaan tanpa mengurangi profesionalisme layanan.

    Tidak hanya dari sisi dekorasi, para petugas frontline juga tampil dengan dresscode bertema Imlek. Kehadiran mereka dengan busana tematik menciptakan suasana akrab dan menyenangkan, sekaligus menunjukkan kesiapan pelayanan yang tetap prima di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat.

    Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyampaikan bahwa momen Imlek menjadi kesempatan istimewa untuk mempererat hubungan dengan pelanggan. Menurutnya, pelayanan bukan sekadar operasional, tetapi juga soal menghadirkan pengalaman emosional yang positif.

    “Melalui pembagian souvenir, pemasangan ornamen Imlek, serta dresscode khusus bagi para frontliner, kami ingin menghadirkan suasana perjalanan yang tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga penuh kehangatan dan kebahagiaan. Ini merupakan bentuk apresiasi kami kepada para pelanggan yang telah mempercayakan perjalanan kepada KAI,” ujar Reza.

    Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya angka okupansi selama periode libur panjang tersebut. KAI Divre II Sumbar mengoperasikan total 112 perjalanan KA lokal dengan kapasitas 31.168 tempat duduk, atau rata-rata 7.792 kursi per hari. Hingga 17 Februari 2026, sebanyak 30.896 tiket telah terjual, setara 99,2 persen dari total kapasitas yang disediakan.

    Angka tersebut menunjukkan kepercayaan publik terhadap layanan kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu. Di tengah berbagai pilihan transportasi, kereta api tetap menjadi primadona masyarakat Sumatera Barat saat momentum libur panjang.

    KAI pun mengimbau masyarakat yang berencana bepergian agar melakukan pemesanan tiket melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal resmi lainnya untuk menghindari kehabisan tiket. Bagi pelanggan yang memilih pembelian langsung, tiket go-show tersedia di loket stasiun mulai tiga jam sebelum jadwal keberangkatan.

    Komitmen pelayanan tetap menjadi prioritas utama. KAI Divre II Sumbar memastikan aspek keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan ketepatan waktu perjalanan terus dijaga secara optimal selama masa libur Imlek berlangsung.

    Semarak Imlek 2577 Kongzili di lingkungan KAI Divre II Sumbar bukan sekadar dekorasi dan simbol perayaan. Ia menjadi refleksi semangat kebersamaan, penghargaan kepada pelanggan, serta bukti bahwa pelayanan publik dapat dikemas dengan sentuhan humanis tanpa meninggalkan standar profesionalisme yang tinggi.

    TIM RMO

    Senin, 16 Februari 2026

    Libur Imlek 2577 Kongzili, Reza Shahab: 16.531 Kursi KA Lokal Divre II Sumbar Masih Tersedia untuk Masyarakat

    PADANG, 14 Februari 2026 | Menyambut libur panjang Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang berlangsung pada 14 hingga 17 Februari 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menghadirkan layanan transportasi yang optimal bagi masyarakat. Momentum libur empat hari ini diperkirakan mendorong peningkatan mobilitas warga, baik untuk berwisata, bersilaturahmi, maupun kegiatan keluarga lainnya.

    Selama periode tersebut, KAI Divre II Sumbar mengoperasikan total 112 perjalanan kereta api lokal. Setiap harinya tersedia rata-rata 28 perjalanan dengan kapasitas sekitar 7.792 kursi per hari. Secara keseluruhan, sebanyak 31.168 tempat duduk disiapkan guna memastikan kebutuhan transportasi masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.

    Hingga Sabtu (14/2), tercatat 14.637 tiket telah terjual. Artinya, masih tersedia 16.531 kursi yang dapat dimanfaatkan pelanggan. Angka ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap moda transportasi kereta api yang terus meningkat, khususnya pada momen libur panjang seperti Imlek.

    Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyampaikan bahwa data penjualan tiket masih bersifat dinamis dan terus bergerak seiring proses transaksi yang berlangsung setiap saat. “Kami mengimbau masyarakat yang telah merencanakan perjalanan selama libur Imlek agar segera melakukan pemesanan tiket. Dengan memesan lebih awal, perjalanan akan terasa lebih nyaman dan terjamin,” ujarnya.

    Menurut Reza, kereta api lokal di Sumatera Barat menjadi pilihan favorit karena menawarkan perjalanan yang aman, tepat waktu, serta harga yang terjangkau. Selain itu, pemandangan alam sepanjang jalur rel di wilayah Sumbar juga menjadi daya tarik tersendiri bagi penumpang, terutama bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana berbeda saat liburan.

    Untuk kemudahan pelanggan, pemesanan tiket dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal resmi lainnya. Sistem digital ini memungkinkan masyarakat membeli tiket kapan saja dan di mana saja tanpa harus antre di stasiun. Sementara itu, bagi pelanggan yang memilih pembelian langsung, layanan loket stasiun tetap tersedia mulai tiga jam sebelum jadwal keberangkatan (go-show), selama kuota kursi masih ada.

    KAI Divre II Sumbar juga memastikan kesiapan seluruh aspek operasional selama masa angkutan liburan. Mulai dari kesiapan sarana dan prasarana, kebersihan rangkaian, hingga penguatan pengawasan keselamatan perjalanan kereta api dilakukan secara menyeluruh. Petugas di lapangan disiagakan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada pelanggan.

    Aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Pemeriksaan rutin terhadap rangkaian kereta dan jalur rel dilakukan untuk memastikan perjalanan berlangsung tanpa hambatan. Selain itu, ketepatan waktu keberangkatan dan kedatangan menjadi komitmen yang terus dijaga demi memberikan pengalaman perjalanan terbaik bagi masyarakat.

    Momentum libur Imlek ini sekaligus menjadi cerminan meningkatnya kepercayaan publik terhadap layanan transportasi kereta api di Sumatera Barat. Dengan dukungan sistem digital, peningkatan kualitas layanan, serta komitmen pada keselamatan, KAI optimistis mampu memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat selama masa liburan.

    Untuk informasi lebih lanjut terkait jadwal perjalanan maupun layanan pelanggan, masyarakat dapat mengakses media sosial resmi @KAI121, mengirim email ke cs@kai.id, atau menghubungi WhatsApp 0811-1211-1121. KAI Divre II Sumbar mengajak seluruh pelanggan untuk menikmati perjalanan yang aman, nyaman, dan menyenangkan selama libur Imlek 2577 Kongzili.

    Sabtu, 14 Februari 2026

    Reza Shahab: KAI Divre II Sumbar Maksimalkan Layanan KA Lokal Sambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili

    PADANG | Menyambut libur panjang akhir pekan sekaligus perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menyiapkan total 31.168 tempat duduk bagi masyarakat. Kapasitas tersebut dialokasikan untuk periode 14 hingga 17 Februari 2026, dengan rata-rata 7.792 tempat duduk per hari guna mengantisipasi lonjakan mobilitas penumpang.

    Langkah strategis ini ditegaskan langsung oleh Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab. Ia menyampaikan bahwa momentum long weekend Imlek selalu diiringi peningkatan aktivitas perjalanan, baik untuk keperluan wisata, silaturahmi keluarga, maupun mobilitas masyarakat sehari-hari. Karena itu, kesiapan kapasitas menjadi prioritas utama.

    “Kami telah mengantisipasi peningkatan jumlah pelanggan dengan menyiapkan kapasitas maksimal pada tiga layanan kereta api lokal andalan di Sumatera Barat,” ujar Reza Shahab dalam keterangannya, Jumat (13/2/2026).

    Tiga layanan yang dimaksud yakni KA Minangkabau Ekspres relasi Pulau Aie–Bandara Internasional Minangkabau (BIM), KA Pariaman Ekspres relasi Pauh Lima–Padang–Pariaman–Naras, serta KA Lembah Anai relasi Kayu Tanam–Padang. Ketiganya menjadi tulang punggung transportasi berbasis rel di Sumbar yang terjangkau, aman, dan nyaman.

    KA Pariaman Ekspres menjadi salah satu primadona. Dengan 10 perjalanan setiap hari dan tarif hanya Rp5.000, kereta ini menghubungkan Pauh Lima hingga Naras, melewati Padang dan Pariaman. Rute ini sangat diminati wisatawan yang ingin menikmati pesona Pantai Gandoriah dan kawasan pesisir Pariaman, terutama saat libur panjang.

    Sementara itu, KA Minangkabau Ekspres beroperasi 12 perjalanan per hari dengan tarif Rp10.000. Kereta ini menghubungkan Stasiun BIM dengan Pulau Aie, menjadi pilihan utama masyarakat yang membutuhkan akses cepat dan efisien dari dan menuju bandara. Tidak hanya itu, layanan ini juga menghadirkan program tiket rombongan edukatif yang ramah bagi pelajar, menjadikannya sarana transportasi sekaligus pembelajaran.

    Adapun KA Lembah Anai melayani rute Kayu Tanam–Padang sebanyak 6 perjalanan per hari. Jalur ini menawarkan panorama alam yang memanjakan mata, mulai dari perbukitan hijau hingga lembah yang asri. Tidak sedikit pelanggan yang menjadikan perjalanan ini sebagai pengalaman wisata tersendiri.

    Reza menegaskan, kehadiran ketiga layanan tersebut tidak hanya meningkatkan aksesibilitas masyarakat, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap pengembangan sektor pariwisata dan perekonomian lokal. Mobilitas yang lancar berdampak langsung pada perputaran ekonomi, khususnya di daerah tujuan wisata.

    “Dengan tarif yang terjangkau dan fasilitas yang memadai, kereta api menjadi moda transportasi pilihan masyarakat untuk menjelajahi keindahan alam dan budaya Minangkabau,” jelasnya.

    Untuk kemudahan pemesanan, KAI mengimbau pelanggan membeli tiket melalui aplikasi Access by KAI. Penjualan tiket dilakukan secara bertahap mulai H-7 sebelum keberangkatan. Langkah ini juga menjadi upaya pencegahan terhadap praktik penipuan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

    “Kami mengingatkan agar pelanggan hanya membeli tiket melalui kanal resmi Access by KAI. Jangan mudah tergiur penawaran dari pihak yang tidak jelas,” tegas Reza.

    KAI Divre II Sumbar memastikan keandalan jadwal keberangkatan dan kedatangan selama periode libur Imlek. Komitmen terhadap ketepatan waktu, keselamatan, dan kenyamanan terus diperkuat guna memberikan pengalaman perjalanan yang aman, tertib, dan menyenangkan bagi seluruh pelanggan.

    “KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan angkutan penumpang, baik dari sisi ketepatan waktu, kenyamanan, maupun keselamatan. Kami juga akan menyesuaikan kapasitas dan pola operasi untuk menjawab dinamika kebutuhan mobilitas masyarakat, terutama pada momen dengan permintaan tinggi seperti long weekend ini,” tutup Reza Shahab.

    Untuk informasi jadwal perjalanan maupun pengembalian tiket, pelanggan dapat mengakses media sosial @KAI121, email cs@kai.id, atau WhatsApp KAI121 di 0811-1211-1121.

    Kamis, 12 Februari 2026

    Reza Shahab Pastikan Layanan Prima, KAI Divre II Sumbar Lakukan Inspeksi Keselamatan Jelang Lebaran 2026

    SUMBAR | Menyambut masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menunjukkan keseriusannya dalam memastikan keselamatan dan kenyamanan perjalanan masyarakat. Bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), KAI Divre II Sumbar menggelar Inspeksi Keselamatan Perkeretaapian selama dua hari, 11–12 Februari 2026, sebagai langkah preventif menghadapi potensi lonjakan penumpang.

    Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menegaskan bahwa inspeksi ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan wujud komitmen perusahaan dalam menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama. Menurutnya, momentum Lebaran identik dengan peningkatan mobilitas masyarakat, sehingga seluruh aspek operasional harus berada dalam kondisi optimal.

    Pelaksanaan inspeksi mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 48 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Minimum Angkutan Orang dengan Kereta Api. Regulasi tersebut menjadi pedoman utama dalam memastikan layanan yang diberikan kepada penumpang memenuhi standar keselamatan, kenyamanan, dan keamanan yang telah ditetapkan pemerintah.

    Tim DJKA bersama jajaran internal KAI melakukan pemantauan menyeluruh di lintas operasional serta stasiun wilayah Divre II Sumbar. Pemeriksaan dilakukan secara detail, mulai dari fasilitas keselamatan di stasiun hingga kesiapan sarana dan prasarana pendukung perjalanan kereta api.

    Pada fasilitas stasiun, tim melakukan pengecekan terhadap ketersediaan dan kelayakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), jalur evakuasi, kotak P3K, kursi roda, hingga pos kesehatan. Selain itu, sistem CCTV, ruang tunggu, toilet, musala, serta kejelasan informasi jadwal perjalanan dan ketersediaan tempat duduk turut menjadi perhatian dalam inspeksi tersebut.

    Sementara di dalam rangkaian kereta, pemeriksaan mencakup fungsi rem darurat, alat pemecah kaca, kebersihan toilet, suhu pendingin ruangan (AC), lampu penerangan, serta fasilitas bagi penyandang disabilitas. Kelengkapan informasi nomor kontak kondektur dan petugas keamanan juga dipastikan tersedia guna memberikan rasa aman kepada penumpang selama perjalanan.

    Tak hanya sarana dan fasilitas, aspek prasarana turut menjadi fokus pengawasan. Tim memeriksa kondisi rel, wesel, bantalan, sistem drainase, jembatan, hingga peron. Validitas sertifikasi dan kompetensi petugas operasional pun diverifikasi guna memastikan seluruh sumber daya manusia yang terlibat memiliki kualifikasi sesuai standar keselamatan.

    Dalam sesi pembukaan kegiatan, Tim DJKA memaparkan teknis pelaksanaan inspeksi yang meliputi aspek prasarana, sarana, SDM, dan prosedur operasional. Diskusi intensif dilakukan untuk memastikan setiap tahapan berjalan tertib, efektif, dan menghasilkan evaluasi yang konstruktif bagi peningkatan layanan.

    Reza Shahab menekankan bahwa keselamatan merupakan fondasi utama dalam operasional perkeretaapian. “Kami terus melakukan evaluasi dan peningkatan secara berkelanjutan guna menjaga keandalan layanan. Keselamatan tidak bisa ditawar dan harus menjadi budaya kerja di seluruh lini,” ujarnya.

    Dengan persiapan yang matang dan pengawasan menyeluruh, KAI Divre II Sumbar optimistis Angkutan Lebaran 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan andal. Semangat “Semakin Melayani” menjadi penguat komitmen perusahaan dalam menghadirkan moda transportasi yang tidak hanya tepat waktu, tetapi juga memberikan rasa tenang bagi masyarakat yang hendak bersilaturahmi di kampung halaman.

    Melalui inspeksi keselamatan ini, KAI Divre II Sumbar berharap seluruh aspek operasional terverifikasi dan terus ditingkatkan secara optimal. Dengan demikian, tradisi mudik Lebaran dapat dijalani masyarakat Sumatera Barat dengan penuh rasa aman, nyaman, dan percaya terhadap layanan perkeretaapian nasional.

    TIM RMO

    Senin, 09 Februari 2026

    Beredarnya Spanduk yang mendukung aparat penegak hukum dalam penindakan PETI

    Pasaman | Sebuah spanduk yang terpasang di Jalan Jendral Sudirman Aia Manggih Kec. Lubuk Sikaping Kab. Pasaman  , sempat menarik perhatian masyarakat khususnya warga Pasaman maupun pengendara yang melintas.

    Pasalnya, spanduk itu berisi tentang yang bertuliskan “Dukung pemerintah berantas Penambangan emas Ilegal, selamatkan lingkungan tegakkan hukum lindungi masa depan Sumatera Barat spanduk ini membuat syamsir pengguna jalan mendukung atas isi spanduk  tersebut.

    syamsir menegaskan mendukung Upaya yang dilakukan merupakan komitmen bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk menghentikan aktivitas pertambangan ilegal yang merusak lingkungan dan membahayakan masyarakat.,” ujarnya.

    Penertiban PETI di Sumatera Barat tidak berhenti. Tim terpadu terus bergerak melakukan pengawasan dan penegakan hukum sebagai bentuk komitmen menjaga lingkungan dan keselamatan masyarakat,” ujar Syamsir(-)

    Jumat, 06 Februari 2026

    Dari Rampcheck hingga Digitalisasi, KAI Sumbar Perkuat Sistem Perawatan Sarana

    PADANG | Menjelang masa Angkutan Idul Fitri 1447 Hijriah, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mengambil langkah serius untuk memastikan seluruh perjalanan kereta api berlangsung aman dan lancar. Di tengah potensi lonjakan penumpang selama mudik Lebaran, kesiapan sarana menjadi fokus utama yang tidak bisa ditawar.

    Roda perawatan bergerak serempak di berbagai lini. Balaiyasa Padang, Depo Lokomotif Padang, Depo Kereta Padang, hingga Depo Gerbong Kelas B Bukit Putus memainkan peran strategis dalam menjaga keandalan armada. Setiap lokomotif, kereta, dan gerbong menjalani pemeriksaan dan perawatan berkala sesuai standar yang telah ditetapkan.

    Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menegaskan bahwa kesiapan sarana merupakan fondasi utama keselamatan perjalanan. Menurutnya, seluruh unit perawatan bekerja secara konsisten untuk memastikan armada dalam kondisi prima sebelum dioperasikan melayani masyarakat.

    “Balaiyasa Padang, Depo Lokomotif dan Depo Kereta Padang, serta Depo Gerbong Kelas B Bukit Putus memiliki kontribusi besar dalam menjaga kesiapan sarana operasional. Seluruh perawatan dilakukan secara rutin agar keandalan armada tetap terjaga dan operasional berjalan lancar di wilayah Divre II Sumbar,” ujar Reza.

    Upaya tersebut tidak hanya bertumpu pada perawatan rutin. KAI Divre II Sumbar juga menerapkan pemeliharaan preventif, yakni perawatan yang dilakukan sebelum sarana dioperasikan untuk mencegah potensi gangguan teknis. Langkah ini menjadi kunci dalam menjaga stabilitas layanan selama periode padat seperti Lebaran.

    Di sisi lain, penguatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Para teknisi perawatan dibekali pelatihan berkelanjutan serta sertifikasi kompetensi agar setiap pekerjaan dilakukan secara profesional dan sesuai standar keselamatan perkeretaapian.

    Seiring perkembangan zaman, pemanfaatan teknologi digital turut dioptimalkan. KAI Divre II Sumbar menggunakan aplikasi mobile dan dashboard berbasis web untuk memantau jadwal serta progres perawatan secara terintegrasi. Digitalisasi ini memungkinkan pengawasan dilakukan secara real-time dan lebih akurat.

    Reza menjelaskan bahwa seluruh perawatan periodik dilaksanakan berdasarkan rencana dan jadwal yang telah disusun. Dengan sistem tersebut, setiap sarana diharapkan selalu siap operasi dan mampu melayani pelanggan tanpa hambatan teknis.

    “Perawatan sarana bukan sekadar menjaga keandalan operasional, tetapi menjadi elemen penting dalam menjamin keselamatan perjalanan. Sarana yang dirawat sesuai standar akan mengurangi potensi gangguan teknis, sehingga masyarakat dapat bepergian dengan aman dan nyaman,” kata Reza.

    Selain perawatan teknis, manajemen Divre II Sumbar juga melakukan inspeksi langsung ke sejumlah titik operasional. Mulai dari emplasemen Stasiun Padang, Depo Lokomotif, Depo Kereta, hingga lokasi stabling, semuanya diperiksa secara menyeluruh. Aspek kebersihan, sistem pendingin udara, hingga kelengkapan peralatan keselamatan seperti palu pemecah kaca darurat dan APAR tak luput dari perhatian.

    Untuk menghadapi situasi darurat, KAI Divre II Sumbar turut melengkapi fasilitas pendukung, salah satunya rerailing jack equipment yang berfungsi mengevakuasi sarana apabila terjadi anjlokan. Peralatan ini diperkuat dengan normalisasi dimensi balok tumpuan agar proses evakuasi dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

    Peningkatan fasilitas depo juga dilakukan secara bertahap, termasuk peningkatan kualitas peralatan otomatis serta kalibrasi alat ukur secara berkala. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap proses perawatan berjalan akurat dan sesuai standar keselamatan yang berlaku.

    “Keselamatan merupakan prinsip yang tidak dapat ditawar dalam layanan perkeretaapian. Setiap proses perawatan, pemeriksaan, hingga rampcheck kami lakukan secara ketat agar seluruh armada benar-benar layak operasi,” tegas Reza.

    Melalui rangkaian upaya tersebut, KAI Divre II Sumbar menegaskan komitmennya untuk menjaga keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan kereta api, khususnya selama masa libur Idul Fitri 1447 H. Kepercayaan masyarakat menjadi tanggung jawab yang dijawab dengan kerja nyata di balik layar.

    “Kami ingin memastikan setiap perjalanan kereta api tidak hanya aman, tetapi juga memberikan kenyamanan terbaik bagi pelanggan. Perawatan ini adalah wujud tanggung jawab dan kepedulian KAI Divre II Sumbar terhadap masyarakat yang menjadikan kereta api sebagai moda transportasi andalan,” pungkas Reza.

    TIM RMO

    Kamis, 05 Februari 2026

    KAI Divre II Sumbar Tancap Gas di 2026, Tiga Penghargaan Nasional Diraih Sekaligus

    PADANG | Mengawali tahun 2026 dengan catatan membanggakan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat kembali menegaskan eksistensinya sebagai salah satu divisi dengan kinerja unggul di lingkungan KAI Group. Tiga penghargaan nasional berhasil diraih sekaligus, menjadi bukti nyata atas konsistensi kerja, budaya perusahaan yang kuat, serta komitmen tinggi terhadap keselamatan dan keamanan operasional.

    Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Utama PT KAI (Persero), Bobby Rasyidin, kepada Kepala KAI Divre II Sumatera Barat, Muh. Tri Setyawan, dalam rangkaian Rapat Kerja PT KAI Tahun 2026 yang digelar di Bandung pada 2–4 Februari 2026. Momentum ini menjadi penanda bahwa kinerja KAI Divre II Sumbar tidak hanya berjalan stabil, tetapi juga mendapat pengakuan di tingkat nasional.

    Pada ajang Culture Award 2026, KAI Divre II Sumatera Barat dinobatkan sebagai Divisi Regional Terbaik Kategori Daop/Divre. Penghargaan ini diberikan kepada unit kerja yang dinilai paling unggul dalam mengimplementasikan budaya perusahaan secara konsisten dan terukur sepanjang tahun 2025.

    Penilaian tersebut mencakup berbagai indikator strategis, mulai dari implementasi program budaya perusahaan, tingkat kepatuhan internal, capaian Safety Performance Index, hasil Culture Fest 2025, hingga survei CITAR dan Culture Journey. Capaian ini menunjukkan bahwa budaya kerja tidak sekadar menjadi slogan, tetapi telah mengakar dalam keseharian insan KAI Divre II Sumbar.

    Tidak hanya unggul dalam aspek budaya, KAI Divre II Sumbar juga mencatatkan prestasi pada bidang operasional. Divisi ini berhasil meraih Juara III Penghargaan Keselamatan Operasional Tahun 2025 Kategori Daop/Divre, sekaligus Juara III Penghargaan Keamanan Operasional Tahun 2025 Kategori Daop/Divre. Dua penghargaan ini menjadi refleksi keseriusan KAI Divre II Sumbar dalam menjaga perjalanan kereta api tetap aman, selamat, dan andal.

    Kepala KAI Divre II Sumatera Barat, Muh. Tri Setyawan, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran, mulai dari lini operasional hingga pendukung, yang terus menjunjung tinggi nilai-nilai perusahaan.

    “Penghargaan ini adalah buah dari kerja bersama seluruh insan KAI Divre II Sumatera Barat. Budaya perusahaan, keselamatan, dan keamanan operasional bukan hanya target, tetapi menjadi komitmen yang kami pegang setiap hari,” ujar Tri.

    Ia menegaskan bahwa prestasi tersebut tidak boleh membuat jajaran cepat berpuas diri. Justru sebaliknya, capaian ini harus menjadi pemacu untuk terus melakukan perbaikan dan inovasi dalam pelayanan kepada masyarakat.

    “Prestasi ini bukan tujuan akhir. Kami akan terus memperkuat implementasi Karakter Insan KAI (CITAR), membangun budaya keselamatan yang semakin kokoh, serta meningkatkan kualitas layanan bagi pelanggan dan masyarakat Sumatera Barat,” tambahnya.

    Sementara itu, Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menilai penghargaan ini sebagai wujud nyata kepercayaan publik yang dibangun melalui kinerja berkelanjutan dan komunikasi yang terbuka.

    “Penghargaan ini mencerminkan komitmen KAI Divre II Sumatera Barat dalam menghadirkan layanan perkeretaapian yang aman, selamat, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Budaya perusahaan yang kuat menjadi fondasi utama dalam menjaga kualitas layanan tersebut,” jelas Reza.

    Ia menambahkan, capaian ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat peran kehumasan dalam menyampaikan informasi yang akurat, transparan, dan edukatif kepada publik.

    “Kami akan terus mengajak masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendukung keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api. Kepercayaan publik adalah aset penting yang harus dijaga melalui kinerja dan komunikasi yang konsisten,” tutupnya.

    Dengan raihan tiga penghargaan nasional di awal tahun 2026 ini, KAI Divre II Sumatera Barat menegaskan posisinya sebagai divisi yang tidak hanya berfokus pada operasional, tetapi juga pada pembangunan budaya kerja, keselamatan, dan pelayanan publik yang berkelanjutan.

    TIM

    Selamat datang di website resmi kami , Terima kasih telah berkunjung,, Semoga anda senang! Tertanda Pemred: